Kita akan membahas banyak tentang pelajaran bahasa jawa yang
kemungkinan akan muncul di soal UTS II untuk kelas VI. Kesimpulannya,
sedikit bocoran saja ya..
Pertama, kita akan mempelajari layang. Layang itu apa hayoo? Yup!
Surat! Layang di bagi menjadi 2, yaitu layang kitir dan layang lelayu.
Layang kitir adalah surat yang di tujukan untuk memberi kabar. Bisa
kabar gembira, pokoknya tentang kabar! Sedangkan layang lelayu adalah
surat yang membakan berita duka. Misalnya, surat atas meninggalnya
Kakek Darsono (siapa lagi tuh?)
Ngomong-ngomong tentang layang, bagian-bagian layang apa aja sih?
Mari kita bahas!
1. Papan, panggonan, dan titi mangsa
Ada yang tahu nggak papan, panggonanm dan titi mangsa yang mana?
Hayoo.. yang nggak tau suruh balik ke kelas 10! Hihihi..
Ya, papan, panggonan, dan titi mangsa adalah isi yang menyebutkan
kapan surat itu di edarkan, serta tempatnya. Contoh, Semarang, 22
Maret 2013.
2. Adangiyah
Siapa yang nggak tahu adangiyah? Wuahh.. payah bener, tuh! Adangiyah
adalah alamat yang di tuju. Misalnya Katur Bapak/Ibu ing Semarang.
3. Pambuka
Pambuka itu apa sih? Pambuka atau dalam bahasa Indonesia pembuka
adalah kalimat-kalimat pengantar yang menggambarkan puji syukur pada
Tuhan.
Mau di kasih contohnya nggak? Mau? Tapi panjang lho.. ya udah deh, nih
contohnya! Mugiya Gusti ingkang Maha Wikan paring sih wara nugraha
dhumateng kita sami. Nuwun, ngaturi pirsa bilih kula sakulawarga badhe
nikahaken putra/putrid kula.
4. Isi
Isi atau yang bernama lain surasa basa adalah topik yang hendak di
sampaikan lewat layang atau surat berikut. Hhm.. yang ini enggak perlu
di kasih contoh kan? Yang minta di kasih contoh paling anak TK! Iya
nggak?
5. Panutup
Panutup memiliki nama lain wasana basa. Panutup adalah kebalikan dari
pambuka. Panutup berisi kata maaf, terima kasih, dan masih banyak
lagi. Mau di kasih contoh nggak? Nggak usah ya..
6. Peprenahan
Hhm.. sebenarnya aku juga nggak terlalu mengerti peprenahan itu. Jadi,
aku jelasinnya dalam bahasa jawa aja ya?
Peprenahan yaiku karepe katulis ing layang kayata saking kula, putra
satuhu, lan sapanunggalane.
7. Tandha tangan
Kalo masih ada aja yang nggak tau yang satu ini, bener-bener
KEBANGETEN! Berarti, dia nggak punya tanda tangan!
Sedikit tambahan aja nih, di bawah tanda tangan, kalau bisa cantumkan
namamu dan alamat ya!
Sekarang, kita lanjut ke jejer, wasesa, dan lisan ya! Siapa yang
enggak tahu tiga kata tadi? Suruh balik ke kelas V aja ya? Setujuu?
Jejer adalah subyek. Biasanya, subyek berupa orang. Wasesa adalah
predikat. Predikat kegiatan yang sedang di lakukan subyek. Sedangkan
lisan adalah obyek. Obyek adalah tempat di mana subyek melakukan
sesuatu.
Contoh ya.. Bapak tindak sawah nitih jaran. Siapa yang tahu yang mana
jejer, wasesa dan lisan? Yup! Bapak = jejer/subyek, tindak =
wasesa/predikat, sawah = lisan/obyek.
Lha, terus nitih jaran apa? Itu adalah keterangan. Keterangan ada
bermacam-macam, keterangan waktu, benda, dan masih banyak lagi.
Hhm.. kawan, maaf ya, aku nggak bisa kasih lebih banyak dari ini.
Soalnya, kalau benyakan kalian keenakan deh UTSnya! Semoga, apa yang
kuberikan ini bisa bermanfaat bagi kalian ya!



